Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Table of Content

Proses Produksi Pakaian Jadi

Industri pakaian jadi merupakan salah satu industri manufaktur yang pengelolaannya memerlukan perencanaan yang baik dan urutan kerja yang teratur, sehingga dapat dihasilkan sebuah produk yang baik dan berkualitas.

Sumber Gambar : Ekonomi Bisnis

Berikut ini adalah perbedaan antara proses produksi pembuatan pakaian oleh penjahit/tailor dan industri pakaian jadi.

Penjahit/Tailor

  1. jumlah pekerja sedikit
  2. produksi 1-2 baju/hari
  3. pembuatan pakaian sesuai pesanan
  4. menggunakan mesin low speed
  5. biaya produksi tinggi
  6. one man show (semua proses dilakukan sendiri)
  7. produktivitas rendah
  8. tumpukan pemotongan kain maksimal 1-4 lembar
  9. menggunakan alat potong berupa gunting
  10. tempat produksi dekat dengan konsumen
  11. jumlah mesin yang terbatas
  12. menggunakan mesin dan peralatan tradisional dan semi otomatis
  13. toleransi standar mutu relatif longgar 
Industri Pakaian Jadi
  1. jumlah pekerja banyak
  2. produksi massal
  3. pembuatan pakaian sesuai standar (standar nasional atau internasional)
  4. menggunakan mesin high speed dan otomatis
  5. biaya produksi rendah
  6. organized (terorganisir)
  7. produktivitas tinggi
  8. tumpukan kain pada saat pemotongan tinggi
  9. menggunakan alat potong modern (seperti blade cutter)
  10. tempat produksi jauh dari konsumen
  11. jumlah mesin lebih dari 100 unit
  12. menggunakan mesin dan peralatan otomatis dan modern
  13. toleransi standar mutu sangat ketat (tinggi)
Berkaitan dengan proses produksi pakaian pada industri pakaian jadi, maka setidaknya terdapat 5 (lima) tahapan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Desain
    Desain sebagai langkah awal dalam proses produksi pakaian, adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah produk pakaian dalam pemasaran. Desain pakaian harus dipilih berdasarkan kemampuan masing-masing industri yang dipengaruhi oleh jenis mesin, peralatan yang dimiliki, serta kemampuan karyawan.

  2. Pembuatan Pola
    Desain yang sudah ditentukan kemudian dibuat polanya sesuai dengan standar ukuran yang digunakan. Pembuatan pola dapat dilakukan dengan mengambil salah satu nomor ukuran yang terletak di tengah-tengah dari urutan nomor-nomor pakaian yang akan dibuat, kemudian dilakukan grading pola sesuai dengan nomor-nomor tersebut. Grading pola dapat dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan bantuan komputer. Pola-pola yang sudah siap untuk kemudian di potong dan diberi tanda sesuai dengan nomor ukuran, arah penataan pola pada kain, tempat pelipatan, penyambungan, dan lain sebagainya. Penataan pola dilakukan di atas kertas marker yang mempunyai lebar sesuai dengan lebar kain yang dipakai, serta panjang sesuai dengan keperluan penataan pola. Pengaturan tata letak pola harus seefisien mungkin dan memudahkan dalam proses pemotongan. Jumlah komponen pola harus dihitung sesuai dengan jumlah nomor ukuran yang akan dipotong. Gambar penataan pola yang sudah baik kemudian diperbanyak sesuai dengan kebutuhan dalam pemotongan.

  3. Pemotongan
    Pekerjaan pemotongan dimulai dari pemeriksaan kain, penyusunan kain, penataan pola, pemotongan hingga pembundelan. Pemeriksaan kain dilakukan untuk mengetahui lebar kain, panjang kain dalam satu gulungan, dan jumlah cacat yang ada, sehingga dapat diketahui efisiensi penggunaan bahan baku dan memudahkan penyusunan maupun pemotongan. Dalam penyusunan, kain harus dikelompokkan yang mempunyai lebar yang sama, dan untuk kain yang bermotif salur atau kotak sehingga harus diperhatikan ketepatan motifnya.

    Penyusunan kain dapat dilakukan secara manual (tangan) atau dengan menggunakan bantuan mesin, sehingga diperoleh hasil penyusunan yang rata dan benar. Di atas susunan kain, diletakkan gambar tata letak pola sesuai dengan jumlah nomor dan ukuran yang akan dipotong, kemudian dilakukan pemotongan sesuai dengan gambar pola yang ada. Untuk mendapatkan hasil pemotongan yang baik, harus digunakan mesin potong yang sesuai dan teknik pemotongan yang benar. Selanjutnya, hasil pemotongan tersebut, diperiksa sekaligus dibundel (diikat) sesuai dengan nomor ukuran yang telah ditentukan. Tiap bundel diikat dalam jumlah tertentu dan masing-masing komponen diberikan tanda yang menjelaskan nomor ukuran, kode desain, jumlah, warna kain, tanggal pemotongan, dan lain sebagainya agar memudahkan dalam proses menjahit.

  4. Proses Menjahit
    Kegiatan menjahit merupakan proses pekerjaan yang paling kompleks, karena melibatkan banyak tenaga kerja manusia, bila dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Dalam industri pakaian jadi banyak dilakukan berbagai sistem menjahit yang masing-masing sistem dipengaruhi oleh jenis pakaian yang dibuat, mesin dan peralatan yang dimiliki serta jumlah tenaga kerja yang ada. 

    Pada umumnya, proses menjahit dilakukan secara khusus mengikuti urutan proses pengerjaan yang sudah ditentukan. Untuk mendapatkan hasil jahitan yang seragam baik mutu maupun ukuran, harus diterapkan kedisiplinan yang tinggi dari tiap-tiap karyawan, serta urutan kerja yang jelas, teknik menjahit yang tepat dan pemeriksaan yang ketat. Proses menjahit merupakan proses yang hasilnya sangat berpengaruh langsung terhadap mutu produk yang dihasilkan, sehingga memerlukan ketelitian pengerjaan yang tinggi.

  5. Penyempurnaan (Finishing)
    Penyempurnaan meliputi pekerjaan pemeriksaan jahitan, pemeriksaan ukuran, penyetrikaan, pengepresan, pelipatan, dan pengepakan. Pemeriksaan jahitan dilakukan dengan memeriksa seluruh jahitan satu per satu dari pakaian yang sudah dijahit, selanjutnya dilakukan pemeriksaan ukuran. Pemeriksaan ukuran dilakukan dengan mengukur bagian-bagian tertentu, kemudian disesuaikan dengan standar ukuran yang dipakai.

    Hasil pemeriksaan jahitan dan pemeriksaan ukuran dipisahkan antara pakaian yang dinyatakan baik dan cacat. Untuk pakaian yang dinyatakan baik kemudian dilakukan proses penyetrikaan, pengepresan sekaligus pelipatan, sedangkan untuk pakaian yang dinyatakan cacat, maka dilakukan perbaikan kembali. Pakaian yang telah dilipat rapi kemudian dikemas dengan pembungkus plastik atau kertas karton, yang selanjutnya dilakukan pengepakan sesuai dengan pesanan atau ketentuan produk.

Anda Sedang Berada di Sini

  1. Proses Produksi Pakaian Jadi