Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Table of Content

Perkembangan Pembuatan Pakaian Jadi

Perkembangan pembuatan pakaian jadi berjalan mengikuti perkembangan kemajuan teknologi yang ada. Pembuatan pakaian dimulai dari cara-cara yang paling sederhana hingga sampai kepada sebuah sistem industri yang melibatkan banyak orang serta teknologi dan mesin berbasis komputer. Perkembangan pembuatan pakaian terbagi atas beberapa tingkatan sebagai berikut :

Sumber Gambar : Jawa Pos

  1. Pembuatan Pakaian oleh Perorangan
    Pembuatan pakaian secara perorangan dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, karena cara seperti ini hanya dilakukan oleh seseorang yang belum memiliki pengetahuan tentang membuat pakaian yang benar, tetapi hanya memiliki bakat alami (bawaan) menjahit. Pembuatan pakaian dilakukan dengan cara mengukur tubuh seseorang atau mengukur pakaian yang biasa dipakai oleh orang tersebut atau dapat dilakukan dengan menempelkan pakaian yang sudah jadi pada kain yang dijahit. Hasil pengukuran kemudian dibuat pola menurut perkiraan, yaitu dengan menggambar langsung bagian pakaian pada kain, kemudian dipotong dengan menggunakan alat potong berupa gunting tangan. Kain yang telah dipotong dijahit jelujur pada seluruh bagian pakaian kemudian dicoba untuk dipakai. Apabila pakaian sudah pas atau sesuai, baru dijahit dengan menggunakan tangan. Pembuatan pakaian dengan cara ini dapat dilakukan oleh setiap orang, dan masih terbatas untuk dipakai sendiri atau dalam lingkup keluarga.

  2. Pembuatan Pakaian oleh Penjahit/Tailor
    Pembuatan pakaian oleh penjahit dilakukan dengan menggunakan teknik menjahit, karena proses menjahit dilakukan oleh seseorang yang telah mempelajari teknik membuat pakaian yang baik, benar, cepat, dan kuat. Pembuatan pakaian pun dilakukan secara menyeluruh dengan menggunakan mesin jahit rumah tangga dan dibantu dengan jahitan tangan pada bagian-bagian tertentu. Pembuatan pakaian dilakukan dengan melayani pesanan pakaian untuk orang lain. Pemesan datang membawa kain dan contoh model yang diinginkan, kemudian diukur pada bagian-bagian tertentu. Pembuatan pola dilakukan di atas kertas atau langsung di atas kain dengan sistem pembuatan pola sesuai dengan model yang dibuat, kemudian dipotong menurut pola dengan menggunakan gunting tangan. Kegiatan menjahit pakaian dikerjakan oleh satu orang saja dari awal sampai akhir dengan menggunakan mesin jahit rumah tangga. Proses pekerjaan yang dilakukan dari awal hingga akhir oleh satu orang saja, menjadikan kemampuan menjahit masih terbatas pada model-model pakaian yang sederhana.

    Namun demikian, seiring meningkatnya kebutuhan pakaian menjadikan pengelolaan pembuatan pakaian dikembangkan secara kompleks, yaitu penjahit profesional dipimpin oleh seorang majikan yang memiliki beberapa penjahit dan pengerjaannya menggunakan mesin dan peralatan bantu yang lebih lengkap, misalnya mesin jahit rumah tangga, mesin obras, mesin lubang kancing, mesin dan peralatan bordir, dan sebagainya.

    Pembuatan pakaian diarahkan pada pelayanan jasa yang mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu. Pengerjaan pakaian pun dilakukan oleh banyak orang dan disesuaikan dengan keahliannya masing-masing, seperti pembuat pola, tukang potong, penjahit, tukang obras, tukang setrika, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, pembuatan pakaian ini melibatkan beberapa orang, tetapi pemesan tetap harus menunggu dalam waktu tertentu untuk dapat mengambil pesanannya.

  3. Pembuatan Pakaian oleh Industri
    Pembuatan pakaian oleh industri dipengaruhi oleh perkembangan teknologi-teknologi mesin, sehingga secara praktis dan ekonomis, kebutuhan berpakaian harus dapat terpenuhi setiap saat. Kebutuhan pakaian melalui jasa penjahit atau tailor tidak lagi efisien karena harus menunggu dalam waktu yang relatif lama. Oleh karena itu, mulai dikembangkan sebuah sistem industri, yaitu pembuatan pakaian yang dilakukan secara terus menerus untuk kemudian didistribusikan di pasaran. Sistem pembuatan pakaian dengan cara ini disebut juga dengan industri pakaian jadi.

    Pembuatan pakaian oleh industri ini dilakukan dengan cara membuat pakaian berdasarkan ukuran standar yang telah ditentukan. Penyediaan bahan baku pun disesuaikan dengan model atau desain pakaian yang akan dibuat. Pembuatan pola dilakukan dengan baik dan mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada dan dibuat dengan berbagai nomor ukuran standar yang berlaku di pasaran. Pemotongan dilakukan secara massal dengan menyusun beberapa lembar kain, kemudian diletakkan di atasnya gambar penataan pola dan dipotong dengan menggunakan mesin potong kemudian di bundel atau diikat berdasarkan masing-masing nomor ukuran.

    Pada proses menjahit, dilakukan dengan sistem spesialisasi, sehingga melibatkan banyak operator jahit untuk menjahit satu model pakaian. Proses menjahit dikerjakan dengan menggunakan mesin jahit industri atau mesin jahit berkecepatan tinggi dan mesin jahit khusus yang dilengkapi dengan alat bantu agar diperoleh hasil jahitan yang rapi dan seragam dalam waktu yang relatif singkat. Produksi pakaian pun berkembang mengikuti perubahan mode. 

    Industri pakaian jadi yang melibatkan banyak pekerja memerlukan pengelolaan dengan manajemen yang baik dan kemampuan tenaga kerja yang profesional, sehingga dihasilkan produk pakaian yang berkualitas, diproduksi secara efisien dan efektif dengan harga yang terjangkau.

Anda Sedang Berada di Sini

  1. Perkembangan Pembuatan Pakaian Jadi